{"id":433,"date":"2024-01-04T12:57:07","date_gmt":"2024-01-04T03:57:07","guid":{"rendered":"https:\/\/soj.demo46.com\/?p=433"},"modified":"2024-04-10T11:32:03","modified_gmt":"2024-04-10T02:32:03","slug":"tokyo-national-museum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/soj.demo46.com\/id\/2024\/01\/04\/tokyo-national-museum\/","title":{"rendered":"Perjalanan ke Museum Nasional Tokyo"},"content":{"rendered":"\n<p>Perjalanan ke Museum Nasional Tokyo<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"664\" src=\"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/tokyo_national_museum-1024x664.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-115\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada musim gugur di hari yang cukup dingin, saya pergi ke Museum Nasional Tokyo yang berada di daerah Ueno. Museum Nasional Tokyo (orang Jepang menyebutnya TOHAKU) adalah museum koleksi peninggalan arkeologi dan karya seni dari Jepang dan wilayah timur lainnya dengan jumlah sekitar 120.000 benda pamer. Sebuah museum tempat anda dapat menikmati seni Jepang dari semua genre dan era. Pameran budaya regularnya sekitar 3.000 kali, dan berganti setiap 4 hingga 8 minggu, sehingga dapat pergi kesana sesering yang anda suka.<\/p>\n\n\n\n<p>Kali ini saya melihat harta nasional yang berharga yaitu pedang samurai Jepang, yang dikenal dengan sebutan \u201cokanehira\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u592a\u5200 \u53e4\u5099\u524d\u5305\u5e73<br>\u540d\u7269 \u5927\u5305\u5e73<br>\u9298 \u5099\u524d\u56fd\u5305\u5e73\u4f5c \u5e73\u5b89\u6642\u4ee3\u30fb12 \u4e16\u7d00<\/p>\n\n\n\n<p>Blade for Long Sword\uff08Tachi\uff09,<br>Named \u201cMeibutsu Ohkanehira\u201d<br>By kanehira Heian period,12th century<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah pedang panjang yang dibuat oleh ahli pedang \u201cKanpei\u201d dari Provinsi Bizen (sekarang Prefektur Okayama) pada zaman Heian.<\/p>\n\n\n\n<p>Pedang panjang dari zaman Heian umumnya ramping dan anggun dengan panjang antara 82 hingga 85 cm, namun pedang \u201cOkanehira\u201d memiliki ukuran bilah yang lebih lebar dan panjang yaitu 89,2 cm yang menjadikannya pedang yang besar, kuat, dan mengesankan seperti namanya. Logam dasarnya berbutir halus, dan pola pedangnya memiliki pola kecil yang disebut \u201ckodomari\u201d yang memantulkan cahaya dengan indah dari atas ke bawah, serta memberikan kesan yang sangat elegan.<br>Konon itu adalah pedang pribadi Terumasa Ikeda pada awal zaman Edo, dan merupakan pedang berharga milik keluarga Ikeda. Walaupun dengan banyak misteri yang hanya bisa diketahui dari legendanya seperti kebanyakan pedang Panjang lainnya, namun pedang Panjang ini sangat indah sehingga dapat membuat ketagihan untuk terus melihatnya. Jadi anda mungkin ingin melihat berkali-kali tanpa merasa bosan.<br>Saya melihat Okanehira setelah 3 tahun, dan sangat menikmatinya! Saya berencana untuk melihatnya lagi tahun depan!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"664\" src=\"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/japanese_sowrd-1024x664.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-116\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">\u203bGambar adalah sebuah gambar<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Saya sudah sering ke Museum Nasional Tokyo, tapi awalnya saya melihat \u201cnetsuke\u201d (semacam gantungan untuk menyimpan benda berharga) dan \u201cukiyoe\u201d (teknik cukil kayu yang digunakan untuk menggambarkan pemandangan dan kehidupan sehari-hari masyarakat), bukan pedang Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya menjadi tertarik dengan pedang karena game online &#8220;Touken Ranbu&#8221;. Seiring dengan kesenangan dalam menikmati game nya, saya menjadi penasaran dengan motif pedangnya beserta cerita dan sejarah pedangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Game online\u201cTouken Ranbu\u201d adalah awal yang membuat saya tertarik tidak hanya terkait pedang Jepang. Sebelumnya saya biasa pergi melihat \u201cKabuki\u201d dan dramanya, tapi sekarang saya juga menonton musikal 2,5 dimensi dan drama 2,5 dimensi. 2,5 dimensi sering kali mengacu pada reproduksi secara akurat dunia 2 dimensi seperti manga, game dan lain-lain oleh aktor 3 dimensi dalam drama musikal atau seni panggung lainnya. Berawal dari &#8220;Rose of Versailles\u2019\u2019 karya Perusahaan musikal Takarazuka. \u201cSailor Moon\u201d menjadi hit di tahun 1990an, dan \u201cThe Prince of Tennis\u201d menjadi hit di tahun 2000an. \u201cThe Prince of Tennis\u201d adalah drama musikal populer yang telah ditampilkan 2.000 kali dan telah menarik lebih dari 3 juta orang, dan masih ditampilkan hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Asosiasi Musik 2.5-D Jepang didirikan pada tahun 2014, dan anda dapat menemukan banyak informasi tentang musikal 2.5-D di situs web mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTouken Ranbu\u201d yang merayakan hari jadinya yang ke-8 tahun ini, juga merupakan karya media campuran, dengan drama musikalnya yang dipentaskan pada tahun 2015. Sedangkan, sandiwara panggungnya dipentaskan pada tahun 2016. Karakter-karakternya direproduksi dengan baik dalam musikal maupun sandiwara panggung! Saya terkejut saat pertama kali melihatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya pikir daya tarik 2.5 Dimensi adalah dapat merasakan bahwa staf produksi dan para pemain bekerja keras untuk mengekspresikan karya tersebut semirip mungkin dengan karya aslinya dengan sangat memperhatikan orisinalitas karya tersebut.<br>Jika Anda punya kesempatan, silakan melihatnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Perjalanan ke Museum Nasional Tokyo Pada musim gugur di hari yang cukup dingin, saya pergi ke ...","protected":false},"author":1,"featured_media":116,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/soj.demo46.com\/?p=114"},"categories":[11,2],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/433"}],"collection":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=433"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/433\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":434,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/433\/revisions\/434"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}