{"id":463,"date":"2024-01-22T17:54:46","date_gmt":"2024-01-22T08:54:46","guid":{"rendered":"https:\/\/soj.demo46.com\/?p=463"},"modified":"2024-01-22T18:09:00","modified_gmt":"2024-01-22T09:09:00","slug":"gardening-oranges","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/soj.demo46.com\/id\/2024\/01\/22\/gardening-oranges\/","title":{"rendered":"Kebun rumah yang sebesar dahi kucing\u2026Bagian 1 \u2018Pohon jeruk\u2019"},"content":{"rendered":"\n<p>Rumah saya memiliki kebun yang sebesar dahi kucing. Orang Jepang menyebutnya \u201cNeko no hitai hodo\u201d (Sebesar dahi kucing). Saya tidak tahu bagaimana istilah sebagai orang Indonesia untuk hal ini, tetapi kata \u2018hitai\u2019 itu mengacu kepada dahi. Di Jepang, istilah \u2018Neko no hitai (Dahi kucing)\u2019 digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang kecil, seperti &#8216;taman sebesar dahi kucing&#8217; atau &#8216;rumah sebesar dahi kucing&#8217; . Ungkapan tersebut digunakan ketika membandingkan ukuran area atau sebidang tanah atau ruang yang tidak luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Rumah saya dengan sebidang kebunnya terletak di suatu kota Prefektur Kanagawa, Jepang. Seperti judulnya, saya memiliki kebun kecil seukuran dahi kucing, tetapi di kebun tersebut, saya memiliki beragam tanaman dan dapat menikmati pemandangan empat musim yang berubah-ubah sepanjang tahun. Saya ingin memperkenalkan kegiatan berkebun di rumah sepanjang tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baiklah, tanaman apa yang ditanam di rumah saya? Utamanya adalah tanaman seperti Red Robin, Plum,Wisteria, Azalea, Zinnia dan tanaman lainnya yang bunganya mekar di musim semi. Tanaman tersebut juga ditanam sebagai batas dan juga pagar dengan rumah sebelahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama-tama, saya akan menginformasikan menanam pohon jeruk dari pohon bibit hingga panen. Bibit pohon jeruk kami dibeli dari Pusat Perkebunan pada musim dingin 2019 dalam bentuk pohon kecil berukuran 60 cm. Sekarang sudah memasuki tahun keempat, dengan bunga putih yang lebih bermekaran dari biasanya pada musim semi ini.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"375\" src=\"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/240122-1024x375.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-466\" style=\"width:840px;height:auto\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Saat tahun 2020 pohonnya masih Kecil, tetapi tahun ini sudah lumayan besar dan banyak bunga putih bermekaran, ketika memasuki bulan Mei mulai tampak buah kecil yang warna hijau! Saya menantikan panennya pada musim gugur!!<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ketika memasuki bulan Juni, buah-buah kecil itu berjatuhan ketanah. Mengapa demikian? Saya menemukan informasi bahwa pada Bulan Juni merupakan saat \u2018kehilangan buah secara fisiologis\u2019 sehingga biasanya banyak buah yang jatuh. Jadi hal tersebut bukan karena faktor eksternal seperti topan atau hama, tetapi memang merupakan fenomena fisiologis pohon. Ternyata memang benar bahwa setiap pohon berbuah hanya dapat menghasilkan buah dalam jumlah yang sesuai dengan ukuran pohonnya. Saya sedikit kecewa juga, tetapi sekitar 20 Biji jeruk kecil tumbuh dengan baik.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"812\" height=\"268\" src=\"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/bb02315ee53cc0d47295ba867c234e48.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-364\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dari bulan Juli hingga September, jeruk-jeruk kecil berwarna hijau itu berangsur-angsur membesar dan secara bertahap menjadi berwarna oranye. Sekarang saatnya untuk memanen!<br>Ketika sudah memasuki bulan Desember, akhirnya saya bisa memanen 12 biji. Penampilannya tidak kalah dengan jeruk yang dijual. Saya segara mencoba memakannya\u2026. Itu juicy tetapi tidak manis, walaupun tidak buruk juga karena adakalanya jeruk yang dibeli di toko pun memiliki rasa mengecewakan seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Musim dingin ini saya akan belajar cara mengelola pohon jeruk, yaitu terkait pemilihan daun dan pemupukannya supaya tahun depan dapat menghasilkan kualitas buah jeruk yang meningkat sehingga dapat memanen jeruk yang lebih baik lagi.<br>Saya akan ceritakan hasilnya tahun depan ya!<br>Tapi bagaimanapun juga, jeruk yang dibeli rasanya lebih enak wkwkwk.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Rumah saya memiliki kebun yang sebesar dahi kucing. Orang Jepang menyebutnya \u201cNeko no hitai ho...","protected":false},"author":1,"featured_media":362,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/soj.demo46.com\/?p=361"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/463"}],"collection":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=463"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":467,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/463\/revisions\/467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/soj.demo46.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}